| dc.description.abstract | Kedelai [Glycine max (L.) Merr] adalah salah satu tanaman pangan yang paling penting dalam penyediaan sumber pangan dan sebagai sumber kebutuhan gizi bagi manusia, setelah tanaman padi ataupun jagung. Permasalahan yang terjadi di Indonesia adalah semakin rendahnya produksi kedelai dalam negeri sehingga masih mengandalkan kedelai impor. Perakitan varietas baru dapat diperoleh dari introduksi, mutasi, persilangan serta transformasi genetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai duga keragaman genetik generasi F5 hasil persilangan 3 tetua. Pengamatan parameter genetik dilakukan dilahan yang berlokasi di Jalan Pasar 1 No. 296, Tj. Sari, Kota Medan. Metode yang digunakan yaitu rancangan augmented design dan dilanjutkan dengan uji least significant increase (LSI). Perlakuan yang digunakan yaitu 22 genotipe yang terdiri dari 19 nomor terseleksi berdasarkan kriteria umur berbunga dan bobot biji dan 3 varietas tetua (Anjasmoro, Grobogan, dan Dega 1). Parameter yang diamati terdiri dari tinggi tanaman, jumlah cabang primer, umur berbunga, umur panen, jumlah polong, jumlah polong berisi, jumlah biji, bobot biji, dan bobot 100 biji. Hasil penelitian menunjukkan karakter pada generasi F5 berdasarkan nilai heritabilitas yang tinggi yaitu terdapat pada semua karakter yang diamati. Karakter yang terpilih pada generasi F5 berdasarkan banyaknya jumlah gen yaitu pada semua karakter kecuali pada karakter umur berbunga yang dikendalikan oleh sedikit gen. Hasil analisis berdasarkan uji least significant increase (LSI) didapatkan 27 nomor tanaman terpilih dari 570 tanaman yang lebih baik dibandingkan dengan tiga varietas pembandingnya. | en_US |