Show simple item record

dc.contributor.advisorNetrirosa, Arifni
dc.contributor.advisorTakari, Muhammad
dc.contributor.authorTampubolon, Supriadi
dc.date.accessioned2019-09-02T09:25:56Z
dc.date.available2019-09-02T09:25:56Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/17560
dc.description.abstractTulisan ini berjudul “Teknik Permainan Bansi” oleh Bapak Zul Alinur di Kota Medan.” Bansi adalah salah satu alat musik tradisional Minangkabau yang masuk dalam klasifikasi alat musik recorder aerophone, yang terbuat dari bambu, mempunyai 1 lubang hembusan udara, 1 lubang pembelah udara, dan 7 lobang nada yang menghasilkan bunyi yang melodis. Tujuan dari penulisan karya ilmiah ini adalah untuk mengetahui teknik dasar permainan bansi oleh Bapak Zul Alinur sebagai pemain bansi yang lebih dikenal orang di Kota Medan. Selain itu juga dideskripsikan fungsi bansi tersebut bagi tradisi musik Minangkabau, dan menjadi sumber referensi bagi jurusan Etnomusikologi Universitas Sumatera Utara. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif, dengan melakukan penelitian langsung ke lapangan dan terlibat dalam mempelajari teknik permainan bansi. Penulis juga melakukan wawancara, rekaman audio dan video kepada narasumber yang dianggap paham oleh masyarakat pendukung kebudayaan tersebut, sehingga memudahkan penulis untuk menyelesaikan karya ilmiah tersebut. Teori yang digunakan adalah teori etnosains ditambah dengan struktural dan fungsional oleh Susumu Khasima. Dari penelitian ini akan dapat diperoleh informasi tentang teknik dasar permainan bansi, dan menjadi sumber informasi bagi masyarakat yang ingin mengetahui tentang tehnik permainan alat musik tersebut. Teknik dasar tersebut adalah: teknik pernafasan yang menghembus terus menerus (circular breathing), penjarian dengan jari-jari tangan untuk menghasilkan nada, dan lima teknik menghasilkan bunyi yaitu: (1) gariniak (improvisasi estetis secara umum pada melodi termasuk bansi), (2) saik (cara menutup lubang nada perlaahan dan menghasilkan nada legato ke bawah), (3) kalorok (teknik memberi isi sambungan melodi), (4) pakok (pola menutup lagu), dan (5) langkiang (melengkingkan dengan nada oktaf)en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectTekniken_US
dc.subjectBansien_US
dc.subjectGariniaken_US
dc.subjectSaiken_US
dc.subjectKaloroken_US
dc.subjectPakoken_US
dc.subjectLangkiangen_US
dc.titleTeknik Permainan Bansi oleh Bapak Zul Alinur di Kota Medanen_US
dc.typeThesisen_US
dc.identifier.nimNIM100707063
dc.description.pages61 Halamanen_US
dc.description.typeSkripsi Sarjanaen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record