dc.description.abstract | Drugs is a problem to the reproductive health of teenagers. Indonesia tends to experience the trend of increase from year to year, for example, the prevalence of drug abuse in 2009 was 3.60 millions (1.99%), 4.02 millions (2.21%) in 2010, and 5.00 millions (2.80%) in 2011. The drug addicts are usually happen in 11 up to 24 years old. One of ways to overcome this problem is to improve the knowledge and attitude of the teenagers about drugs through health education.
The quasi-experimental study with control group design with pre and post test using treatment and control groups was carried out at SMA Negeri 5 Pematang Siantar in June 2013. The population of this study was all of grade X and grade XI students of SMA Negeri 5 Pematang Siantar. The samples for this study were 50 students comprising 25 students for treatment group and 25 students for control group. The data obtained were analyzed through paired test.
The result of this study showed that after being given health education, the knowledge on drugs in the treatment group increased from 7.87 to 13.56 with p=0.000 and the attitude toward drugs increased from 46.16 to 58.28 with p=0.000. There was no significant change in knowledge and attitude on drugs found in the control group.
The management of SMA Negeri 5 Pematang Siantar is expected to provide routine extensions on drugs to the students so knowledge and attitude of the students about drugs become better and they can be avoided from drug abuse and pay attention to the availability of information facility on the dangers of drugs abuse and illicit drug trafficking. | en_US |
dc.description.abstract | Narkoba merupakan permasalahan pada kesehatan reproduksi remaja. Indonesia cendrung mengalami trend peningkatan dari tahun ke tahun, seperti pada tahun 2009 prevalensi penyalahgunaan narkoba sebesar 3,60 juta (1,99%), tahun 2010 sebesar 4,02 juta (2,21%), dan tahun 2011 sebesar 5,00 juta (2,80%). Para pencandu narkoba pada umumnya berusia antara 11 sampai 24 tahun. Salah satu cara mengatasi permasalahan ini adalah dengan meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja mengenai narkoba dengan pendidikan kesehatan.
Untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja tentang narkoba di SMA Negeri 5 Pematang Siantar. Jenis penelitian ini adalah metode quasi ekperimen dengan rancangan control group design with pre test and post test menggunakan kelompok perlakuan dan kelompok kontrol yang dilaksanakan pada bulan Juni 2013. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X dan kelas XI yang berada di SMA Negeri 5 Pematang Siantar. Sampel pada penelitian berjumlah 50 orang terdiri dari 25 orang pada kelompok perlakuan dan 25 orang pada kelompok kontrol. Analisa data dengan uji Paired test.
Hasil penelitian menunjukkan pada kelompok perlakuan ada peningkatan pengetahuan tentang narkoba dari 7,86 menjadi 13,56 setelah diberikan pendidikan kesehatan dengan nilai p=0,000 dan peningkatan sikap dari 46,16 menjadi 58,28 dengan nilai p=0,000. Sedangkan pada kelompok kontrol tidak ditemukan perubahan signifikan pada pengetahuan dan sikap tentang narkoba.
Diharapkan kepada SMA Negeri 5 Pematang Siantar untuk selalu rutin memberikan penyuluhan kepada siswa-siswinya agar pengetahuan dan sikap siswa-siswi tentang narkoba selalu meningkat kearah yang lebih baik dan terhindar dari penyalahgunaan narkoba serta memperhatikan ketersediaan sarana informasi tentang bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. | en_US |