Grammatical Intricacy and Lexical Density in Scientific and Narrative Texts
View/ Open
Date
2015Author
Adawiyah, Rabiatul
Advisor(s)
Sinar, T,Silvana
Sofyan, Rudy
Metadata
Show full item recordAbstract
This thesis entitled “Grammatical Intricacy and Lexical Density in Scientific and Narrative Texts” discuss about grammatical intricacy and lexical density. This study aims to describe the level of grammatical intricacy and lexical density in scientific and narrative texts. The theory supported this analysis are theory proposed by Eggins (2004) to find out grammatical intricacy and Ure in To (2013) to find out lexical density. The data source in this study were scientific texts entitled “Transportation Technology” (Text 1) and “The Impact of Science and Technology Development to the Life of Indonesian People” (Text 2) taken from bilingual textbook entitled History written by Habib Mustopo and Agus Suprijono which are translated into English by Eko Marsudiono and used for Grade XII of Science Program of the Senior High school, and narrative texts entitled “Law Kawar” (Text 3) and “Bawang Merah Bawang Putih” (Text 4) taken from Indonesian folktale entitled Other Folk Tales from Indonesia written by S.D.B. Aman. The data of this study were clauses and sentences for grammatical intricacy, lexical items and grammatical words for lexical density. The result of analysis shows that grammatical intricacy of text 1 = 1.5, text 2 = 1.5, text 3 = 2.0, and text 4 = 2.1. Lexical density of text 1 = 49.4%, text 2 = 50.2%, text 3 = 41.0%, and text 4 = 40.8%. Thus, the level of grammatical intricacy of the narrative texts are higher than the scientific texts, so the narrative texts are more difficult to understand due to many clauses per sentence. The level of lexical density of the scientific texts are higher than the narrative texts, so the scientific texts are more difficult to read due to the texts have a high number of lexical items as a proportion of all words. Skripsi yang berjudul “Grammatical Intricacy and Lexical Density in Scientific and Narrative Texts” membahas tentang kerumitan tata bahasa dan kepadatan leksikal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kerumitan tata bahasa dan kepadatan leksikal yang terdapat dalam teks ilmiah dan naratif. Teori yang mendukung analisis ini adalah teori yang dikemukakan oleh Eggins (2004) untuk menghitung kerumitan tata bahasa dan Ure dalam To (2013) untuk menghitung tingkat kepadatan leksikal. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah teks ilmiah berjudul “Transportation Technology” (teks 1) dan “The Impact of Science and Technology Development to the Life of Indonesian People” (teks 2) yang diperoleh dari buku teks bilingual siswa SMA program Ilmu Pengetahuan Alam kelas XII berjudul History ditulis oleh Habib Mustopo dan Agus Suprijono, diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Eko Marsudiono, dan teks naratif berjudul “Law Kawar” (teks 3) dan “Bawang Merah Bawang Putih” (teks 4) yang diperoleh dari kumpulan cerita rakyat Indonesia berjudul Other Folk Tales from Indonesia ditulis oleh S.D.B. Aman. Data yang digunakan adalah klausa dan kalimat dalam menganalisis tingkat kerumitan tata bahasa, leksikal (lexical items) dan jumlah keseluruhan kata (total words) pada tiap teks dalam menganalisis tingkat kepadatan leksikal. Hasil analisis menunjukkan bahwa kerumitan tata bahasa pada teks 1 = 1.5, teks 2 = 1.5, teks 3 = 2.0, dan teks 4 = 2.1. Kepadatan leksikal pada teks 1 = 49.4%, teks 2 = 50.2%, teks 3 = 41.0% dan teks 4 = 40.8%. Dengan demikian tingkat kerumitan tata bahasa yang tinggi terdapat pada teks naratif karena memiliki lebih banyak jumlah klausa per kalimat sehingga sulit dipahami. Tingkat kepadatan leksikal teks ilmiah lebih tinggi daripada teks naratif karena memiliki lebih banyak jumlah lexical items sebagai perbandingan dari jumlah keseluruhan kata sehingga teks tersebut sulit dibaca.
Collections
- Master Theses [239]