| dc.contributor.advisor | Nazaruddin | |
| dc.contributor.advisor | Iskandarini | |
| dc.contributor.author | Efrianti, Lely | |
| dc.date.accessioned | 2021-09-03T07:31:43Z | |
| dc.date.available | 2021-09-03T07:31:43Z | |
| dc.date.issued | 2015 | |
| dc.identifier.uri | http://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/42232 | |
| dc.description.abstract | Public service is an activity or government program that aims to meet people's needs for goods and services, one of the One is the family planning program conducted by the Padang Regency Government North Lawas through the Family Planning and Women's Empowerment Agency (KBPP). This program aims to reduce the rate of growth population, where the population growth rate of North Padang Lawas Regency reached 4.20 percent (above the national population growth rate of 1.21 percent). In controlling population growth, the KBPP Agency stipulates: a Minimum Service Standard (MSS) in the form of a policy on participation
community to become active family planning participants (acceptors), especially for couples
childbearing age (EFA). This policy was made by setting the SPM at 75%, However, the SPM target was not achieved, where the average achievement from year 2010 to 2013 only amounted to 65.33%. The problem in this research is what factors affect the quality of service at the Padang Lawas Regency KBPP Board North, and what alternative strategies and policies need to be done to improve that quality. This type of research is correlational with survey method and using organizational variables, service systems and implementation of good governance as an independent variable, and quality service as the dependent variable. The research data were analyzed by using a structural equation model (Structural Equation Model/SEM). From the results of data analysis, it is found that the organization, service system, and the implementation of good governance partially has a positive and significant to service quality. Organizational variables have an influence the most dominant to service quality (0.133), followed by the implementation of good governance (0.109) and service system (0.079). While in terms of simultaneously, the three variables do not have a positive influence and significant to service quality. | en_US |
| dc.description.abstract | Pelayanan publik merupakan kegiatan atau program pemerintah yang
bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan barang dan jasa, salah
satunya adalah program KB yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Padang
Lawas Utara melalui Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan
(KBPP). Program ini bertujuan untuk menekan angka laju pertumbuhan
penduduk, dimana laju pertumbuhan penduduk Kabupaten Padang Lawas Utara
mencapai 4,20 persen (di atas laju pertumbuhan penduduk nasional 1,21 persen).
Dalam pengendaliam pertumbuhan penduduk, Badan KBPP menetapkan
sebuah Standar Pelayanan Minimal (SPM) berupa kebijakan atas partisipasi
masyarakat untuk menjadi peserta KB aktif (akseptor) terutama bagi pasangan
usia subur (PUS). Kebijakan ini dibuat dengan menetapkan SPM sebesar 75%,
akan tetapi target SPM tersebut tidak tercapai, dimana rata-rata capaian dari tahun
2010 sampai 2013 hanya sebesar 65,33%.
Yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah faktor apa saja yang
mempengaruhi kualitas pelayanan pada Badan KBPP Kabupaten Padang Lawas
Utara, dan apa alternatif strategi dan kebijakan yang perlu dilakukan untuk
meningkatkan kualitas tersebut. Jenis penelitian ini berupa korelasional dengan
cara survei dan menggunakan variabel organisasi, sistem pelayanan dan
pelaksanaan good governance sebagai variabel independen, dan kualitas
pelayanan sebagai variabel dependen. Data penelitian dianalisis dengan
menggunakan model persamaan struktural (Structural Equation Model/SEM).
Dari hasil analisis data diperoleh bahwa organisasi, sistem pelayanan, dan
pelaksanaan good governance secara parsial berpengaruh secara positif dan
signifikan terhadap kualitas pelayanan. Variabel organisasi memiliki pengaruh
yang paling dominan terhadap kualitas pelayanan (0,133), diikuti pelaksanaan
good governance (0,109) dan sistem pelayanan (0,079). Sedangkan secara
simultan, ketiga variabel tersebut tidak memiliki pengaruh yang positif dan
signifikan terhadap kualitas pelayanan. | en_US |
| dc.language.iso | id | en_US |
| dc.publisher | Universitas Sumatera Utara | en_US |
| dc.subject | Public service, | en_US |
| dc.subject | service quality, | en_US |
| dc.subject | organization, | en_US |
| dc.subject | system services, | en_US |
| dc.subject | and implementation of good governance. | en_US |
| dc.title | Analisis Kualitas Pelayanan Keluarga Berencana (KB) pada Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Padang Lawas Utara | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |
| dc.identifier.nim | NIM127007072 | |
| dc.description.pages | 162 Halaman | en_US |
| dc.description.type | Tesis Magister | en_US |