Ketidakstabilan Emosi dan Aktivitas Seksual Perempuan Bekerja yang Mengalami Kekerasan dalam Rumah Tangga di Kabupaten Aceh Tamiang Tahun 2013
View/ Open
Date
2013Author
Siregar, Lia Imelda
Advisor(s)
Lubis, Namora Lumongga
Asfriyati
Metadata
Show full item recordAbstract
This research is based on their reality that violence in households which affect working women is like an iceberg. Although it is reported in various printing media, electronic media and seminars , we are still shocked by the fact that there is a lot of uncovered vilence toward women since it is regarded as a domestic problem in a family life. This case also occurs in working women who conceptually have potential economic independence.
This research was quality and data were gathered by conducting observation, in depth interviews and triangulation. The informants were obstained by using non probability sampling with snowball, sampling technique. The data were analyzed by using domain and thematic analysis. Their validity and reability were tested by using triangulation method
The result of the research showed that working women who underwent violence in their household in Aceh Tamiang district not only suffered from the instability in emotion and sexual activity but also had the impact on their children who felt ashamed, inferior and disappointed
It is recommended that socialization of UU KDRT ( Law on Violence in Household) from the bottom up level should be needed, the strategy framework for advocacy should also be needed in order to enchourge the policy product which concerns with the rights of the victims and children, including the handling of their mental health and reproduction health problems, and sanction should be imposed on the perpators of violence in house holds, according to the level of violence so what this cruel action doesn’t occur anymore. Penelitian ini berangkat dari kenyataan bahwa tindak kekerasan dalam rumah tangga yang terjadi pada perempuan bekerja seperti fenomena gunung es. Walaupun di bicarakan di dalam media cetak, media elektronik maupun seminar namun seolah-olah kita di kejutkan dengan dengan kondisi bahwa begitu banyak kekerasan terhadap perempuan yang belum terungkap karena dianggap sebagai masalah domestik dalam rumah tanggga .Hal ini tak terkecuali pada perempuan yang bekerja yang secara konsepsual mempunyai kemandirian secara ekonomi.
Penelitian ini bersifat kwalitatif dan tehnik penggumpulan data berupa observasi, indepth interview dan triangulasi.Dalam menemukan informan di gunakan metode non probability sampling jenis snow ball sampling.Sedangkan untuk analisa data di gunakan analisis domain dan analisa tema.Kesemua validitas dan reabilitas nya di uji menggunakan metode triangulasi .
Hasil penelitian yang terdapat pada perempuan bekerja yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga kabupaten Aceh tamiang bukan hanya berdampak pada ketidak stabilan emosi dan aktifitas seksual saja. Namun berdampak pada anak korban berupa rasa malu, rendah diri, dan kecewa
Saran yang di harapkan pada penelitian ini adalah perlu adanya sosialisasi UU KDRT mulai dari kalangan bawah sampai tingkat atas,perlunya di bangun kerangka strategi advokasi untuk mendorong terjadinya produk kebijakan yang memperhatikan hak korban dan anak termasuk penanganan masalah kesehatan jiwa dan kesehatan reproduksi yang dialami nya. Perlu adanya aturan hukum berupa sangsi bagi pelaku tindak kekerasan dalam rumah tangga sesuai derajat kekerasan yang dilakukan sehingga tindakan yang bersifat kesewenang-wenagan tidak terjadi lagi
Collections
- Master Theses [2435]
