Hubungan Komunikasi Interpersonal dan Keharmonisan Keluarga pada Pasangan Pernikahan Dini terhadap Kesehatan Reproduksi di Kelurahan Indra Kasih Kecamatan Medan Tembung Tahun 2014
View/ Open
Date
2015Author
Tesya Mulianda, Resy
Advisor(s)
Rochadi, R. Kintoko
Asfriyati
Metadata
Show full item recordAbstract
Interpersonal communication is a communication activities carried out by
someone with other people with more personal communication style and arrive at the
predicted level of communication results on a psychological level as a unique
personal look. Family harmony is a realization of the condition of interpersonal
quality, either inter and intra families. Interpersonal relationship is the beginning of
a harmony, especially in an early married couple. Effective communication is needed
to create good interpersonal relationship so that a situation which can spoil the
relationship that causes inharmonious marriage can be avoided. The objective of the
research was to find out the correlation of interpersonal communication and family
harmony in early married couples with reproductive health at Indra Kasih village,
Medan Tembung Subdistrict.
The research used quantitative method with explanatory research approach.
The samples were 39 respondents, taken by purposive sampling technique. The data
were gathered by distributing questionnaires about interpersonal communication and
reproductive health.
Based on the result of the research from two variables tested simultaneously,
using enter method, it was found that the variables which had significant correlation
with dependent variable were the variable of interpersonal communication at p-value
= 0.007 (p < 0.05) and the variable of family harmony at p-value = 0.001 (p < 0.05).
Coefficient determination (R2) value was 0.523 which indicated that both variables
had the correlation of 52.3% with reproductive health in early marriage at Indra
Kasih village, Medan Tembung Subdistrict, while the remaining 47.7% was
influenced by other factors.
It is recommended that respondents should spare their time frequently to meet
and communicate with their mates to avoid negative feelings such as being suspicious
of their mates that will cause conflict. They should also cooperate to one another in
doing house work. Komunikasi interpersonal yaitu kegiatan komunikasi yang dilakukan seseorang
dengan orang lain dengan corak komunikasinya lebih bersifat pribadi dan sampai
pada tataran prediksi hasil komunikasinya pada tingkatan psikologis yang
memandang pribadi sebagai unik. Keharmonisan keluarga merupakan suatu
perwujudan kondisi kualitas hubungan interpersonal baik inter maupun antar keluarga.
Hubungan interpersonal merupakan awal dari keharmonisan khususya juga pada
pasangan pernikahan dini. Dalam menciptakan hubungan interpersonal yang baik
perlu adanya komunikasi yang efektif sehingga dapat menghindari diri dari situasi
yang dapat merusak hubungan yang menyebabkan pernikahan menjadi tidak
harmonis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan komunikasi
interpersonal dan keharmonisan keluarga pada pasangan pernikahan dini terhadap
kesehatan reproduksi di Kelurahan Indra Kasih Kecamatan Medan Tembung.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan
pendekatan Explanatory Research. Teknik pengambilan sampel yang digunakan
adalah teknik Purposive Sampling, dengan jumlah subjek 39 orang. Alat ukur dalam
penelitian ini menggunakan kuesioner komunikasi interpersonal dan kuesioner
Kesehatan Reproduksi.
Berdasarkan hasil penelitian dari 2 variabel yang diuji secara bersama dengan
metode enter dua variabel yang mempunyai hubungan yang signifikan dengan
variabel dependen yaitu variabel Komunikasi Interpersonal dengan nilai p=0,007
(p<0,05) dan Keharmonisan Keluarga dengan nilai p=0,001 (p<0,05). Berdasarkan
nilai koefisien determinasi (R Square), menunjukkan 0,523 artinya bahwa kedua
variabel tersebut mempunyai hubungan sebesar 52,3% terhadap Kesehatan
Reproduksi pada Pernikahan Dini di Kelurahan Indra Kasih Kecamatan Medan
Tembung, sedangkan 47,7% lagi dipengaruhi oleh faktor lain.
Bagi responden agar lebih sering meluangkan waktu untuk bertemu dan saling
berkomunikasi dengan pasangannya, untuk menghindari munculnya perasaan negatif
seperti rasa saling curiga terhadap pasangan yang dapat menimbulkan konflik dan
saling bekerjasama dalam mengerjakan pekerjaan rumah tangga.
Collections
- Master Theses [2435]
