Pengaruh Wadah dan Lama Penjemuran dalam Pengolahan Air dengan Teknologi Solar WaterDisinfection (Sodis) terhadap Kualitas Mikrobiologis Air Minum di Desa Sei Rejo Kecamatan Sei Rampah Kabupaten Serdang Bedagai
View/ Open
Date
2015Author
Widyaningsih, Fadlilah
Advisor(s)
Agusnar, Harry
Naria, Evi
Metadata
Show full item recordAbstract
Water which fulfills the requirement for clean water must not contain
Eschericia coli bacteria (0 per 100 ml of sample water). One of the methods to kill
pathogen microorganism in water to get clean water is by using Solar Water
Disinfection (SODIS). The research was quasi experiment with random factorialgroup
design which was aimed to test the influence of container and the length of
drying in water processing, using SODIS technology on microbiological quality of
drinking water. The object of the research was the people’s well-water at Sei Rejo
village, Sei Rampah Subdistrict. The treatment was the combination of container
(bottle) (clear glass bottle, green glass bottle, and brown glass bottle) and the length
of drying (4 hours, 5 hours, and 6 hours) which were repeated 3 times so that there
were 27 experiment units. The data were processed by using annova one way test and
Duncan test. The result of the research showed that clear glass bottle could decrease
the amount of E. coli to 94.68% when it was dried for 4 hours, 97.72% when it was
dried for 5 hours, and 99.24% when it was dried for 6 hours. Green glass bottle
could decrease it to 82.37% when it was dried for 4 hours, 86.87% when it was dried
for 5 hours, and 89.87% when it was dried for 6 hours. Brown glass bottle could
decrease it to 80.16% when it was dried for 4 hours, 83.84% when it was dried for 5
hours, and 87.13% when it was dried for 6 hours. The result of statistic test showed
that there was mean difference of the microbiological quality of drinking water in
each treatment combination (p = 0.001).The result of Duncan test showed that clear
glass bottle with the length of 6 hour drying was the most effective in increasing the
microbiological quality of water in water processing by using SODIS technology
because of the synergic capacity between ultraviolet and heat ( temperature obtained
by water through sunlight) in activating bacteria. It is recommended that the next
researches should be conducted in relation to the decrease in E. coli every hour so
that correct method, time, and temperature are obtained to yield feasible drinking
water through SODIS Air yang memenuhi syarat sebagai air minum tidak boleh mengandung bakteri
Eschericia coli (0 per 100 ml contoh air). Salah satu cara untuk membunuh
mikroorganisme patogen dalam air sehingga diperoleh air layak minum yang bebas
bakteri adalah Solar Water Disinfection (SODIS). Penelitian ini merupakan penelitian
quasi eksperimen dengan rancangan acak kelompok-faktorial yang bertujuan untuk
menguji pengaruh wadah dan lama penjemuran dalam pengolahan air dengan
teknologi SODIS terhadap kualitas mikrobiologis air minum. Objek penelitian dalam
penelitian ini adalah air sumur masyarakat Desa Sei Rejo Kecamatan Sei Rampah.
Perlakuan merupakan kombinasi wadah (botol kaca bening, botol kaca berwana hijau,
botol kaca berwarna cokelat) dan lama penjemuran (4 jam, 5 jam, 6 jam) yang
diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 27 unit percobaan. Pengolahan data
dilakukan dengan menggunakan uji annova one way dan uji Duncan. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa wadah botol kaca bening dapat menurunkan jumlah E. coli
sebesar 94,68% jika dijemur selama 4 jam, sebesar 97,72% jika dijemur selama 5 jam
dan sebesar 99,24% jika dijemur selama 6 jam. Wadah botol kaca berwarna hijau
dapat menurunkan jumlah E. coli sebesar 82,37% jika dijemur selama 4 jam, sebesar
86,87% jika dijemur selama 5 jam dan sebesar 89,87% jika dijemur selama 6 jam.
Wadah botol kaca berwarna cokelat dapat menurunkan jumlah E. coli sebesar 80,16%
jika dijemur selama 4 jam, sebesar 83,84% jika dijemur selama 5 jam, dan sebesar
87,13% jika dijemur selama 6 jam. Uji statistik menunjukkan bahwa terdapat
perbedaan rata-rata kualitas mikrobiologis air minum pada setiap kombinasi
perlakuan (p =0,001). Berdasarkan uji Duncan diketahui bahwa wadah botol kaca
bening dengan lama penjemuran 6 jam merupakan wadah dan lama penjemuran yang
paling efektif untuk meningkatkan kualitas mikrobiologis air dalam pengolahan air
dengan menggunakan teknologi SODIS. Hal ini disebabkan oleh kemampuan sinergi
sinar ultraviolet dan panas (suhu yang dicapai pada air dengan penyinaran matahari)
dalam menginaktivasi bakteri. Oleh karena itu, disarankan agar dilakukan penelitian
lanjutan terkait penurunan E. coli tiap jam sehingga diperoleh cara, waktu, dan suhu
yang tepat untuk menghasilkan air layak minum melalui SODIS.
Collections
- Master Theses [2435]
