• Login
    View Item 
    •   USU-IR Home
    • Faculty of Public Health
    • Master Theses
    • View Item
    •   USU-IR Home
    • Faculty of Public Health
    • Master Theses
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Hubungan Faktor Pengetahuan, Kepercayaan, Ketersediaan Sarana, Peraturan dan Pengawasan di Rumah Sakit dengan Perilaku Dokter Gigi dalam Menerapkan Standard Precaution di Rumah Sakit Kota Medan

    View/Open
    Fulltext (1.427Mb)
    Date
    2013
    Author
    Yanti, Gema Nazri
    Advisor(s)
    Natamiharja, Lina
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Many infectious diseases can be contaminated during dental treatment from patient to dentist. The management procedure of cross infection commonly used is standard precaution issued by Centers for Diseases Control and Prevention (CDC). The purpose of this study with cross sectional design was to analyze the relation of knowledge and belief factors of dentist, facility availability and regulation and supervision in the hospital, with dentist behaviour in applying standard precaution in the hospital. A total of 36 samples were dentists who work in the Dr. Pirngadi General Hospital, H. Adam Malik Central Hospital and Private Permata Bunda Hospital in Medan. Data was taken by filling questionnaire and observation. Statistical analysis used fisher exact test and multiple linear regression test. The result of study showed that dentist knowledge about standard precaution who had less category were appropriate using google, rubber dam, patient anamnesis and appropriate hand washing technique. Dentist belief who had less category of using rubber dam. The availability of facilities in the hospital of less category were using masker for each patient, google, patient’s apron, and practice coat. Respondent who knew regulation about standard precaution was 91,7% and sanction application was only 2,8%. Dentist behaviour who had less category were using rubber dam and googles. In conclusion, belief factor (p=0,042) and regulation/supervision (p= 0,005) had significant relation with dentist behaviour to applicate standard precaution in the hospital. The most dominant factor influences dentists behaviour was regulation / supervision in the hospital. The hospital management is suggested to socialize the standard precaution to medical workers especially the dentist considering the lack of dentist knowledge in applying standard precaution.
     
    Banyak penyakit infeksi yang ditularkan selama perawatan gigi dari pasien ke dokter gigi. Prosedur penatalaksanaan infeksi silang yang umum digunakan adalah standard precaution yang dikeluarkan oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Desain penelitian adalah studi cross sectional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor pengetahuan dan kepercayaan dokter gigi, ketersediaan sarana di rumah sakit, peraturan dan pengawasan di rumah sakit dengan perilaku dokter gigi dalam menerapkan standard precaution di rumah sakit. Sampel adalah seluruh dokter gigi sebanyak 36 orang yang bekerja di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Pirngadi, Rumah Sakit Umum Pusat H. Adam Malik dan Rumah Sakit Swasta Permata Bunda. Pengambilan data dilakukan dengan mengisi angket dan observasi, uji statistik menggunakan uji fisher exact dan regresi linier ganda. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan dokter gigi tentang standard precaution kategori kurang dalam hal kacamata pelindung, rubber dam, anamnesis pasien dan teknik mencuci tangan yang tepat. Kepercayaan dokter gigi kategori kategori kurang dalam hal pemakaian rubber dam. Ketersediaan sarana di rumah sakit kategori kurang dalam hal masker untuk setiap pasien, kacamata pelindung, alas dada pasien dan jas praktek. Responden yang tahu adanya peraturan tentang standard precaution 91,7% dan sanksi penerapannya hanya 2,8%. Perilaku dokter gigi kategori kategori kurang dalam hal penggunaan rubber dam dan kacamata pelindung. Kesimpulan, faktor kepercayaan (p=0,042) dan peraturan / pengawasan (p= 0,005) mempunyai hubungan yang signifikan dengan perilaku dokter gigi dalam menerapkan standard precaution di rumah sakit. Faktor yang paling dominan mempengaruhi perilaku dokter gigi adalah peraturan / pengawasan di rumah sakit. Disarankan untuk pihak rumah sakit melakukan sosialisasi bagi tenaga medis terutama dokter gigi mengingat kurangnya pengetahuan dokter gigi dalam penerapan standard precaution.

    URI
    http://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/43028
    Collections
    • Master Theses [2435]

    Repositori Institusi Universitas Sumatera Utara - 2025

    Universitas Sumatera Utara

    Perpustakaan

    Resource Guide

    Katalog Perpustakaan

    Journal Elektronik Berlangganan

    Buku Elektronik Berlangganan

    DSpace software copyright © 2002-2016  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    Atmire NV
     

     

    Browse

    All of USU-IRCommunities & CollectionsBy Issue DateTitlesAuthorsAdvisorsKeywordsTypesBy Submit DateThis CollectionBy Issue DateTitlesAuthorsAdvisorsKeywordsTypesBy Submit Date

    My Account

    LoginRegister

    Repositori Institusi Universitas Sumatera Utara - 2025

    Universitas Sumatera Utara

    Perpustakaan

    Resource Guide

    Katalog Perpustakaan

    Journal Elektronik Berlangganan

    Buku Elektronik Berlangganan

    DSpace software copyright © 2002-2016  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    Atmire NV