| dc.contributor.advisor | Amir, Amri | |
| dc.contributor.advisor | Muthalib, Abdul | |
| dc.date.accessioned | 2021-09-13T06:28:54Z | |
| dc.date.available | 2021-09-13T06:28:54Z | |
| dc.date.issued | 2013 | |
| dc.identifier.uri | http://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/43112 | |
| dc.description.abstract | Based on risk zone distribution in disaster risk index in Indonesia, Aceh Tengah Regency Aceh Province belongs earthquake disaster tall risky zone, volcano explosion disaster, soil movement risk, forest risk and tune with building risk. Acerh Tengah Regency based on geographical condition, geological, hidrologis and demographic also very potential disaster threat existence so need a efforts comprehensive in the effort disaster tackling, good when does that disaster happen, have happen, also potential disaster at that time. related official that is Regency Disaster Board (RDB), Indonesia Red Cross (IRC), Public Health Board, Social Official and Indonesia Police Corps is that official in disaster tackling so that is need coordination either in between related official.
This research aims to detect related official coordination function influence towards disaster prevention according authority delegation of authority, division of labor, coordination planning, technology use arrangement and coordination in main task details towards kesiapsiagaan disaster tackling at Aceh Tengah Regency Aceh Province. Research kind that used explanatory research. Population as much as 818 respondents with sample as much as 117 respondents. Data collecting has used questionnaires that tested validity and reliability. Data analysis to test univariate and bivariate test with analyze linear regression, correlation coefficient and hypothesis test.
Research result is got bivariate test result shows that coordination that alerteness disaster tackling covers sub authority delegation of authority (p=0,001, division of labor (0,058, coordinations according planning (0,061, technology use arrangements (p=0,001) and coordination in main task details (0,001) so that valuable variable p<0,25 used for test multivariat. Test result multivariat show that authority delegation of authority, technology use arrangement and coordination in main task details unfavourable more dominates in related official operator probability forecasting to comes alerteness.
Based on this research result is so suggested so that coordination delivers related official more is increased to pass communication, tightfitting deliver resort and pass training or disaster tackling simulation. | en_US |
| dc.description.abstract | Berdasarkan sebaran zona risiko tinggi dalam indeks resiko bencana di Indonesia, Kabupaten Aceh Tengah Provinsi Aceh termasuk zona beresiko tinggi bencana gempabumi, bencana letusan gunung berapi, resiko gerakan tanah, resiko hutan dan lahan serta resiko gedung. Kabupaten Aceh Tengah berdasarkan kondisi geografis, geologis, hidrologis dan demografis juga sangat berpotensi adanya ancaman bencana maka diperlukan suatu upaya menyeluruh dalam upaya penanggulangan bencana, baik ketika bencana itu terjadi, sudah terjadi, maupun potensi bencana di masa yang akan datang. Dinas terkait yakni Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Palang Merah Indonesia (PMI), Dinas Kesehatan, Dinas Sosial dan POLRI merupakan dinas yang berhubungan langsung dalam penanggulangan bencana sehingga diperlukan koordinasi yang baik di antara dinas terkait tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fungsi koordinasi dinas terkait meliputi pendelegasian wewenang, pembagian kerja, koordinasi secara terencana, pengaturan penggunaan teknologi dan koordinasi dalam rincian tugas pokok terhadap kesiapsiagaan penanggulangan bencana di Kabupaten Aceh Tengah Provinsi Aceh. Jenis penelitian yang digunakan adalah explanatory research. Populasi penelitian sebanyak 818 responden dengan sampel sebanyak 117 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner penelitian yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan uji univariat, uji bivariat dan uji multivariat.
Dari hasil penelitian diperoleh hasil uji bivariat menunjukkan bahwa koordinasi yang berhubungan dengan kesiapsiagaan penanggulangan bencana meliputi sub pendelegasian wewenang (p=0,001), pembagian kerja (0,058), koordinasi secara terencana (0,061), pengaturan penggunaan teknologi (p=0,001) dan koordinasi dalam rincian tugas pokok (0,001) sehingga variabel yang bernilai p<0,25 digunakan untuk uji multivariat. Hasil uji multivariat menunjukkan bahwa pendelegasian wewenang, pengaturan penggunaan teknologi dan koordinasi dalam rincian tugas pokok yang kurang baik lebih mendominasi dalam peramalan probabilitas petugas dinas terkait untuk ikut kesiapsiagaan
Berdasarkan hasil penelitian ini maka disarankan agar koordinasi antar dinas terkait semakin ditingkatkan melalui komunikasi aktif, rapat-rapat antar instansi dan melalui pelatihan atau simulasi penanggulangan bencana. | en_US |
| dc.language.iso | id | en_US |
| dc.publisher | Universitas Sumatera Utara | en_US |
| dc.subject | Koordinasi | en_US |
| dc.subject | Kesiapsiagaan | en_US |
| dc.subject | Pencegahan Bencana | en_US |
| dc.title | Pengaruh Fungsi Koordinasi Petugas Dinas Terkait terhadap Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana di Kabupaten Aceh Tengah Propinsi Aceh | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |
| dc.identifier.nim | NIM107032103 | |
| dc.description.pages | 170 Halaman | en_US |
| dc.description.type | Tesis Magister | en_US |