• Login
    View Item 
    •   USU-IR Home
    • Faculty of Public Health
    • Master Theses
    • View Item
    •   USU-IR Home
    • Faculty of Public Health
    • Master Theses
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Pengaruh Status Sosial Ekonomi, Budaya dan Pemeriksaan Kehamilan terhadap Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di Wilayah Kerja Puskesmas Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang Tahun 2012

    View/Open
    Fulltext (1.218Mb)
    Date
    2013
    Author
    Anita, Surya
    Advisor(s)
    Siagian, Albiner
    Yusad, Yusniwarti
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    LBW is a baby with a birth weight less than 2500 grams, low birth weight is a risk factor contributing to the incidence of low birth weight infant mortality in Sub Pancur Stone in 2012 was 31 (8%) of 382 cases of pregnancy, which is spread across 21 rural health centers working area Pancur Stone Deli Serdang regency. The purpose of this study to analyze the effect of socioeconomic status (education and income) and cultural (diet, food taboos and food distribution within the family) maternal prenatal care (number of visits and service components 7T) on the incidence of LBW in the working area of Stone County Health Center Pancur Deli Serdang. Type of research is observational-analytical case-control design anmatch, which was done in the Work Area Health Center Pancur Stone Deli Serdang regency. The population I n this study were all pregnant women in the workplace health center stone Pancur Deli Serdang months from May to September 2012. A total of 382 people and a sample of 62 people, Data were analized by multiple logistic regresion. The results showed no effect of income to the value of OR=0,081, a diet with a value of OR=28,076, maternal prenatal care visists with a value of OR=17,588 and 7T prenatal component to the value of OR =9,776 on the incidence of LBW. Variable greatest effect on the incidence of low birth weight is maternal diet during pregnancy. Low income, diet is not good, that kind of food that does not contain a balanced nutrient needs during pregnancy and the frequency of eating less than three meals a day, maternal prenatal care visits of less than 4 times and 7T antenatal mothers who do not get prenatal care when influence of maternal LBW. Expected to pregnant mothers to improve your diet by eating a wide variety of foods, regular prenatal checks, to more intensive health workers conduct home visits in order LBW prevention counseling.
     
    BBLR adalah bayi dengan berat lahir kurang dari 2500 gram, BBLR merupakan salah satu faktor resiko yang berkontribusi terhadap kematian bayi Kejadian BBLR di Kecamatan Pancur Batu tahun 2012 adalah 31 (8%) kasus dari 382 kehamilan, yang tersebar di 21 desa wilayah kerja Puskesmas Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh status sosial ekonomi (pendidikan dan pendapatan) dan budaya (pola makan, makanan pantangan dan pembagian makanan dalam keluarga) pemeriksaan kehamilan ibu (jumlah kunjungan dan komponen pelayanan 7T) terhadap kejadian BBLR di wilayah kerja Puskesmas Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang. Jenis penelitian yang dilakukan adalah Observasional-analitik dengan rancangan kasus-kontrol yang dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu melahirkan di wilayah kerja Puskesmas Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang bulan Mei-September 2012. Sebanyak 382 orang dan sampel sebanyak 62 orang, Data dianalisis dengan uji regresi logistik ganda. Hasil penelitian menujukkan ada pengaruh antara pendapatan dengan nilai OR=0,081, pola makan dengan nilai OR=28,076, kunjungan pemeriksaan kehamilan dengan nilai OR=17,588 dan komponen pemeriksaan kehamilan 7T dengan nilai OR=9,776 terhadap kejadian BBLR. Variabel paling besar pengaruhnya terhadap kejadian BBLR adalah pola makan ibu selama hamil. Pendapatan yang rendah, pola makan yang tidak baik yaitu jenis makanan yang tidak mengandung zat gizi seimbang sesuai kebutuhan selama hamil dan frekuensi makan yang kurang dari 3 kali sehari, kunjungan pemeriksaan kehamilan kurang dari 4 kali dan pemeriksaan kehamilan 7T yang tidak didapat ibu saat pemeriksaan kehamilan mempengaruhi ibu melahirkan BBLR. Diharapkan kepada ibu-ibu hamil untuk memperbaiki pola makan dengan cara mengkonsumsi beraneka ragam jenis makanan, melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin, kepada petugas kesehatan lebih intensif melakukan kunjungan rumah dalam rangka penyuluhan pencegahan BBLR.

    URI
    http://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/43137
    Collections
    • Master Theses [2435]

    Repositori Institusi Universitas Sumatera Utara - 2025

    Universitas Sumatera Utara

    Perpustakaan

    Resource Guide

    Katalog Perpustakaan

    Journal Elektronik Berlangganan

    Buku Elektronik Berlangganan

    DSpace software copyright © 2002-2016  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    Atmire NV
     

     

    Browse

    All of USU-IRCommunities & CollectionsBy Issue DateTitlesAuthorsAdvisorsKeywordsTypesBy Submit DateThis CollectionBy Issue DateTitlesAuthorsAdvisorsKeywordsTypesBy Submit Date

    My Account

    LoginRegister

    Repositori Institusi Universitas Sumatera Utara - 2025

    Universitas Sumatera Utara

    Perpustakaan

    Resource Guide

    Katalog Perpustakaan

    Journal Elektronik Berlangganan

    Buku Elektronik Berlangganan

    DSpace software copyright © 2002-2016  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    Atmire NV