Studi Kualitatif Perilaku Seksual Remaja di Kecamatan Medan Petisah Tahun 2012
View/ Open
Date
2012Author
Sebayang, Betseba
Advisor(s)
Zuska, Fikarwin
Yusad, Yusniwarti
Metadata
Show full item recordAbstract
Darussalam is one of the working areas of Puskesmas Medan Petisah. The researcher chose this area as her research location because it enabled her to dig information from those who have done premarital sexual intercourse living in that area. The early days of dating were very beautiful. Anything was done to make our partner happy without knowing what has really happened. Therefore, the biggest problem in the teenagers is sexuality commencing from the problems of dating, sexual behavior, body image and sexual myths.
The purpose of this qualitative study was to find out the sexual behavior of dating teenagers and the reasons why they did sexual intercourse. The respondents for this study were 4 (four) pairs of very young teenagers with different cases, background and love stories. The data for this study were obtained through observation, participant observation and in-depth interviews.
The result of this study showed that dating is the gate to have sexual intercourse. Affection is one of the factors in dating. Affection and protection obtained from their boy friend is paid by having sexual intercourse. In this case, kindness and protection is traded with vagina (having sexual intercourse).
The teenagers are expected to be able to protect themselves from the seduction and warm touches inviting to have sexual intercourse by increasing self-control. Doing external approach to the businessmen and other related agencies by asking them to consider morality and religion when establishing hotels or other kinds of recreational places that the teenagers can be prevented from doing something that will destroy their future. Parents must pay more attention and keep controlling their teenage children. Darussalam merupakan salah satu wilayah kerja Kecamatan Medan Petisah. Peneliti memiliki lokasi tersebut menjadi daerah penelitian karena lokasi tersebut memudahkan peneliti untuk menggali informasi dari para pelaku seks pranikah yang memang berdomisili di daerah tersebut. Masa-masa awal berpacaran pasti sangat indah. Adapun dilakukan untuk membuat pasangan atau pacar kita senang dan ceria tanpa tahu hal sebenarnya terjadi. Masalah terbesar remaja adalah seksualitas. Mulai dari masalah pacaran, perilaku seks, body image dan mitos-mitos seks.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku seksual remaja berpacaran dan masa-masa pelaku melakukan hubungan seksual dengan metode wawancara mendalam dan observasi partisipan. Adapun informan dalam penelitian kualitatif ini terdiri dari 4 pasang remaja mudah belia dengan kasus, latar belakang dan kisah kasih yang berbeda. Pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan, wawancara mendalam dan observasi partisipan.
Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa pacaran adalah pintu gerbang melakukan hubungan seksual. Kasih sayang yang menjadi salah satu faktor dalam berpacaran. Kasih sayang dan perlindungan yang didapatkan dari sang pacar dibayar dengan melakukan hubungan seksual. Pada kasus berpacaran ini, kebaikan dan perlindungan ditukar dengan vagina (hubungan seksual).
Diharapkan remaja dapat menjaga dirinya dari rayuan-rayuan dan sentuhan-sentuhan hangat untuk melakukan hubungan seksual, dapat dilakukan dengan cara meningkatkan self control. Pendekatan eksternal terhadap pengusaha dan instansi terkait lainnya dalam mendirikan usaha (hotel, tempat-tempat rekreasi lainnya) agar dapat mempertimbangkan moral dan agama agar remaja tidak terjerumus ke hal-hal yang merusak masa depannya. Orangtua hendaknya lebih memberikan perhatian kepada putra dan putrinya dan terus-terusan mengawasinya.
Collections
- Master Theses [2435]
