Pengaruh Faktor Konsumen dan Faktor Penyedia Jasa Pelayanan Kesehatan terhadap Pemanfaatan Ulang Pusat Pelayanan Khusus (Pusyansus) Klinik VCT (Voluntary Counseling And Testing) di RSUP H.Adam Malik Medan
View/ Open
Date
2014Author
Tobing, Kristina Uli L.
Advisor(s)
Lubis, Namora Lumongga
Nasution, Siti Khadijah
Metadata
Show full item recordAbstract
The problem of HIV/AIDS develops rapidly and becomes a threat globally.
In order to restrain the spread of HIV/AIDS, the government provides health service
facility with VCT (Voluntary Counseling and Testing) Clinic. Patients who did not
revisit VCT Clinic of RSUP Haji Adam Malik, Medan, increased to 46.2% in 2011
and 62.4% in 2012.
The objective of the research was to find out the influence of the factors of
consumers and health service providers on the use of revisit to the special service
center (Pusyansus) of VCT clinic at RSUP Haji Adam Malik, Medan. The research
was an explanatory survey; it was conducted from July to September, 2013. The
population was all 849 patients who had visited VCT clinic, and 90 of them were used
as the samples. The data were gathered by conducting interviews with questionnaires
and analyzed by using multiple logistic regression analysis at α = 0.05.
The result of the research showed that, statistically, the factors of consumers
(perception on illness, perception on VCT service, and belief in the result of clinical
diagnosis) and health service providers (attitude of medical personnel, availability of
medicines, and medical facility) had positive and significant influence on the use of
revisit to VCT clinic of RSUP Haji Adam Malik, Medan. The perception on illness
was the variable which had the most dominant influence on the revisit.
It is recommended that the management of RSUP Haji Adam Malik, Medan:
a) provide coordination with other agencies concerned such as the Health Service,
KPA Province, KPAD, LSM, religious figures, and public figures to increase
promotion about VCT through mass media, electronic, brochures/leaflets, and
banners in order to prevent from the transmission of HIV/AIDS, b) develop doctors
and counselors in communication technique with patients so that the effectiveness
between doctors and patients in VCT clinic can be achieved, and counseling service
to guarantee patients' confidentiality and comfort, and c) motivate health care
providers to participate in training regularly in order to improve their skill and
insight so that patients do not wait too long to do VCT. Permasalahan HIV/AIDS berkembang dengan cepat dan menjadi sebuah
ancaman kesehatan secara global. Untuk menekan penyebaran HIV/AIDS pemerintah
menyediakan sarana pelayanan kesehatan melalui klinik VCT (Voluntary Counselling
and Testing). Kunjungan pasien yang tidak memanfaatkan ulang ke Klinik VCT
Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan mengalami peningkatan, yakni
tahun 2011, sebesar 46,2% dan tahun 2012, sebesar 62,4%.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor konsumen dan
faktor penyedia jasa pelayanan kesehatan terhadap pemanfaatan ulang pusat
pelayanan khusus (pusyansus) klinik VCT di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam
Malik Medan. Jenis penelitian survei explanatory. Penelitian ini dilaksanakan bulan
Juli sampai dengan September 2013. Populasi adalah seluruh pasien yang pernah
berkunjung ke klinik VCT berjumlah 849 orang dan sampel sebanyak 90 orang. Data
diperoleh dengan wawancara menggunakan kuesioner, dianalisis dengan regresi
logistik berganda pada pengujian α=0,05.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara statistik faktor konsumen
(persepsi tentang penyakit, persepsi tentang pelayanan VCT, keyakinan atas hasil
diagnosa klinis) dan faktor penyedia jasa pelayanan kesehatan (sikap petugas medis,
ketersediaan obat dan peralatan medis) berpengaruh positif dan signifikan terhadap
pemanfaatan ulang Pusyansus Klinik VCT RSUP H.Adam Malik Medan. Persepsi
tentang penyakit merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap pemanfaatan
ulang.
Disarankan kepada manajemen RSUP H. Adam Malik Medan: (a) perlu
mengupayakan koordinasi dengan instansi terkait seperti dinas kesehatan, KPA
Provinsi, KPAD, LSM, tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk meningkatan
promosi tentang VCT melalui media massa, elektronik, brosur/leaflet dan spanduk
untuk meningkatkan kesadaran masyarakat memanfaatkan klinik VCT serta
memberikan penyuluhan khususnya penyuluhan mengenai penyakit menular seksual
dalam rangka mencegah penularan HIV/AIDS, (b) perlu mengupayakan pembinaan
terhadap dokter dan konselor tentang teknik berkomunikasi dengan pasien, sehingga
tercapai efektivitas komunikasi antara dokter dengan pasien di klinik VCT dan
mengupayakan penataan ruangan khusus VCT serta ruang pelayanan konseling untuk
menjamin konfidensialitas dan kenyamanan pasien, serta (c) mengupayakan
peningkatan peran Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) untuk memberikan
penyuluhan kepada klien baik secara individu, kelompok kecil dan kelompok besar
dalam rangka membantu klien mempelajari keadaan dirinya, mengenali dan
melakukan pemecahan masalah seperti stigmatisasi dan diskriminasi.
Collections
- Master Theses [2435]
