Show simple item record

dc.contributor.advisorRahayu Sanusi, Sri
dc.contributor.advisorJumirah
dc.contributor.authorSahari, Rini
dc.date.accessioned2021-09-17T04:42:12Z
dc.date.available2021-09-17T04:42:12Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/43630
dc.description.abstractSexual violence like an iceberg phenomenon because most children as the victim of sexual violence are reluctant to report it. The objective of the research was to reveal the effect of sexual violence on children in Batang Kuis Subdistrict. The research used case study method which was aimed to dig up profoundly the effect if sexual violence on children. The informants were the victims of sexual harassment who were under 18 years old and informants of non-victims who knew directly and indirectly about sexual violence on children. The data were gathered by conducting in-depth interviews, participative observation, and documentary study. The result of the research showed that the victims underwent sexual volence in touching physical with the perpetrators who also forced them to touch and insert their sex organs into the victims. The impacts on the victims were behavioral effect, physical effect, cognitive effect in which they liked to daydreamed and remember the incidence. The were also unwanted pregnant reproduction and desre to do abortion. It is recommended that collaboration with other agencies to handle the impacts of the incidence and the participation of families and community to accompany and cope with its impacts.en_US
dc.description.abstractKekerasan seksual seperti fenomena gunung es, hal ini disebabkan kebanyakan anak yang menjadi korban kekerasan seksual enggan melapor.Tujuan penelitian ini untuk mengungkap dampak yang terjadi pada anak korban kekerasan seksual di Kecamatan Batang Kuis Tahun 2016. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan studi kasus yang bertujuan untuk menggali secara mendalam dampak yang terjadi pada anak korban kekerasan seksual. Informan penelitian ini adalah informan korban yaitu korban yang mengalami kekerasan seksual yang berumur dibawah 18 tahun dan informan non korban adalah mereka yang mengetahui secara langsung dan tidak langsung tentang kekerasan seksual yang terjadi pada anak.Metode pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi partisipatif dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan informan korban mengalami kekerasan seksual dengan sentuhan melibatkan kontak fisik dengan pelaku, memaksa menyentuh dan memasukkan alat organ kelamin pelaku kepada korban.Dampak yang terjadi pada informan korban adalah dampak perilaku, dampak fisik dan dampak kognisi yaitu sering menghayal dan teringat-ingat kejadian.Dampak reproduksi kehamilan yang tidak diinginkan, keinginan aborsi. Disarankan meningkatkan kerjasama kepada instansi-instansi lain untuk penanganan dampak yang terjadi serta peran serta keluarga dan masyarakat untuk mendampingi dan mengatasi dampak yang terjadi.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectImpact,en_US
dc.subjectSexual Violence on Childrenen_US
dc.titleStudi Kasus Dampak Kekerasan Seksual pada Anak di Kecamatan Batang Kuis Tahun 2016en_US
dc.typeThesisen_US
dc.identifier.nimNIM147032081
dc.description.pages173 Halamanen_US
dc.description.typeTesis Magisteren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record