Show simple item record

dc.contributor.advisorDarnius, Open
dc.contributor.authorMunthe, Roy Rotama
dc.date.accessioned2022-09-06T04:27:35Z
dc.date.available2022-09-06T04:27:35Z
dc.date.issued2022
dc.identifier.urihttps://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/50076
dc.description.abstractThe COVID-19 pandemic in Indonesia has a serious impact on several fields such as education, economy, health, tourism and others. Where people's incomes are unstable and have started to decline since the Covid-19 in Indonesia. So that through this case, the number of Beneficiary Families (KPM) has increased from the previous year. The purpose of this study is to apply the Wilcoxon Marked Ranking Test to see the magnitude of the difference between the number of Beneficiary Families in 2019 and Beneficiary Families in 2020 in North Sumatra. Based on the results of the analysis, the calculated Z value is -4.42 while the Z table value is 1.96 with a significance level of 0.05. The calculated Z value (-4.42) is smaller than Z 0.05 (1.96) then ho is accepted. So it can be concluded that Ho is accepted, which means that there is a difference between the number of beneficiary families before (in 2019) and after (in 2020) the presence of covid-19 in North Sumatra. And in this study, the number of KPM in 2020 is higher than the number of KPM in 2019. This data is supported by the number of KPM in 2020 (769,342) which is greater than the number of KPMs in 2019 (670,760).en_US
dc.description.abstractPandemi COVID-19 di Indonesia berdampak serius pada beberapa bidang seperti pendidikan, ekonomi, kesehatan, pariwisata dan lainnya.Namun bidang/sektor yang paling terdampak bagi masyarakat sebagian besar adalah bidang perekonomian. Dimana pendapatan masyarakat tidak stabil dan mulai menurun sejak adanya Covid-19 di Indonesia. Sehingga melalui kasus ini, jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) semakin meningkat dari tahun sebelumnya. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah menerapkan Uji Peringkat Bertanda Wilcoxon untuk melihat besarnya perbedaan antara jumlah Keluarga Penerima Manfaat tahun 2019 dan Keluarga Penerima Manfaat tahun 2020 di Sumatera utara. Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai Z hitung sebesar -4,42 sedangkan nilai Z tabel sebesar 1,96 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,05. Nilai Z hitung (-4,42) lebih kecil dari Z0,05 (1,96) maka ho diterima. Maka dapat disimpulkan Ho diterima, yang artinya ada perbedaan antara jumlah Keluarga Penerima Manfaat Sebelum (tahun 2019) dan Sesudah (tahun 2020 ) adanya covid-19 di Sumatera Utara. Dan dalam penelitian ini menunjukkan jumlah KPM tahun 2020 lebih tinggi daripada jumlah KPM 2019. Data ini didukung dengan jumlah KPM tahun 2020 (769.342) lebih besar daripada jumlah KPM tahun 2019 (670.760).en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectKPMen_US
dc.subjectPKHen_US
dc.subjectsignifikanen_US
dc.subjectWilcoxonen_US
dc.titlePenerapan Uji Wilcoxon dalam Menentukan Perbedaan Signifikan Jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Antara Tahun 2019 dan Tahun 2020 di Sumatera Utaraen_US
dc.typeThesisen_US
dc.identifier.nimNIM192407041
dc.identifier.nidnNIDN0014106403
dc.identifier.kodeprodiKODEPRODI49401#Statistika
dc.description.pages53 halamanen_US
dc.description.typeKertas Karya Diplomaen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record