dc.description.abstract | Kendala utama yang terjadi pada bawang merah varietas Bima Brebes ialah produksi hasil. Produksi bawang merah di Indonesia cukup tinggi setiap tahunnya tetapi masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumen, sehingga kekurangannya masih harus diimpor. Salah satu upaya yang dapat meningkatkan produktivitas bawang merah ialah dengan menggunakan pupuk dan zpt yang sesuai untuk tanaman bawang merah, salah satunya menggunakan asam borat dan benzyl amino purine. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran asam borat dan benzyl amino purine terhadap pertumbuhan dan produksi bawang merah varietas Bima Brebes. Penelitian ini dilaksanakan di rumah kassa Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara dengan ketinggian tempat ± 32 meter diatas permukaan laut mulai bulan Oktober 2023 sampai dengan April 2024, menggunakan rancangan acak kelompok dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah pemberian asam borat yang terdiri dari 0 kg/ha, 2 kg/ha, 4 kg/ha dan 6 kg/ha, dan faktor kedua adalah pemberian benzyl amino purine terdiri dari 0 ppm, 100 ppm dan 200 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian asam borat 2 kg/ha menghasilkan jumlah anakan, bobot basah umbi per sampel, bobot basah umbi per petak perlakuan, bobot kering umbi per sampel, bobot kering umbi per petak perlakuan, klorofil b, klorofil total, flavonoid dan kandungan boron yang nyata lebih tinggi jika dibandingkan dengan pemberian asam borat 6 kg/ha. Pemberian benzyl amino purine 200 ppm menghasilkan jumlah anakan yang nyata lebih tinggi jika dibandingkan dengan pemberian benzyl amino purine 0 ppm. Interaksi antara pemberian asam borat 4 kg/ha dan pemberian benzyl amino purine 0 ppm menghasilkan kandungan boron yang nyata lebih tinggi jika dibandingkan dengan interaksi perlakuan lainnya. | en_US |